Hasil Kejuaraan Duta Rimba Cup 2 Kebumen

Hasil kejuaraan Duta Rimba cup 2 kutawinangun kebumen,,
Juara 1 Jane (iron man) (Argon Jogja)
Juara 2 Nur Hidayat (Argon Jogja)
Juara 3 Aji (duta rimba kutawunangun) dan  Iswan (Sidoarjo)
8 besar, 
Andri (Tangerang), mulyadi (Argon), Abidin (temanggung), Yogi (purworejo)

sumber : facebook Mul Maulana

Leave a comment »

Raih Medali di Vietnam, Atlet Tenis Meja Diminta Tak Lekas Puas

Jakarta – Tim tenis meja membawa kabar gembira buat rakyat Indonesia setelah berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu untuk putra dan putri pada Kejuaraan 9-th Vinh Long Open Tourney di Vietnam yang diselenggarakan 7-9 Juli 2017. Kejuaraan ini, antara lain diikuti Malaysia, Singapura, Shanghai (Tiongkok), Indonesia, dan Vietnam.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PT PPMSI), Komjen Pol (Purn) Oegroseno mengaku bangga atas prestasi tersebut dan meminta para atlet tak lekas puas.

“Prestasi ini luar biasa. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak terhadap utusan Indonesia. Kendati demikian, saya mengharapkan atlet tenis meja kita tidak berpuas diri, apalagi SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, sudah menanti,” ujar Oegroseno, Minggu (9/7) malam.

Mantan wakapolri ini meminta atlet tenis meja untuk meningkatkan latihan dan memperkuat strategi dalam melanjutkan perjuangan saat berlaga di SEA Games mendatang. Medali emas yang diraih di Vietnam hendaknya juga bisa direbut saat SEA Games.

“Saya tidak muluk-muluk. Tidak ada target-targetan saat SEA Games nanti. Tetapi, setiap atlet tenis meja yang berhasil meraih medali emas saat SEA Games mendatang dipastikan mendapatkan hadiah dari PP PTMSI sebesar Rp 1 miliar,” katanya.

Dalam kejuaraan tersebut, medali emas diraih Ficky Supit setelah mengalahkan musuh bebuyutan dari Shanghai, Tiongkok, dengan skor 3-0.

Medali emas untuk putri diraih Gustin Dwijayanti, medali perak oleh Novita Oktariyani, dan Lilis Indriyani meraih perunggu. Gustin meraih emas setelah mengalahkan rekannya, Novita Oktariyani dengan skor 3-1. Sebelumnya, Novita mengalahkan atlet putri dari China, dan Gustin mengalahkan rekannya, Lilis Indriyani.

Tim beregu putra, yakni Ficky Supit, Donny Aji, Bima Abdi, Depepash dan Habibie juga berhasil meraih emas. Tetapi tim beregu putri, yakni Lilis Indriyani, Gustin Dwijayanti, Novita Oktariyani, Hanif Tri Azhari, dan Kharisma Nur, hanya meraih perunggu.

Sementara itu, Ficky Supit berjanji untuk berlatih lebih keras sebagai persiapan menghadapi SEA Games 2017.

“Kami bangga atas apresiasi yang diberikan masyarakat, khususnya pengurus PP PTMSI. Kami akan berlatih lebih keras untuk menghadapi SEA Games mendatang,” katanya.

Manajer PP PTMSI, Hanif Rusjdi menyampaikan perjuangan atlet Merah Putih di Vietnam tidak mudah. Apalagi, tim Indonesia sempat dikalahkan Vietnam dengan skor 2-3.

“Ficky Supit kembali bangkit dengan permainan maksimal saat mengalahkan Malaysia dengan nilai 3-1 di babak 8 besar. Kemudian, memasuki semifinal, Indonesia semakin berjaya setelah mengalahkan Vietnam dengan skor 3-2. Kemenangan ini semakin membuat atlet kita semakin percaya diri saat menghadapi musuh bebuyutan dari Shanghai. Indonesia menang dengan skor 3-0,” katanya.

sumber : http://www.beritasatu.com

Leave a comment »

PTMSI Kirim 10 Atlet Ikuti Kejuaraan Vietnam Open

Medan – Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) kembali mengirim perwakilan Indonesia untuk mengikuti Kejuaraan Tenis Meja Vietnam Open, yang berlangsung 6 – 10 Juli 2017. Pengiriman tim ini dalam rangka persiapan menghadapi Sea Games 2017.

“Tim Merah – Putih yang tergabung dalam Pelatnas Tenis Meja mengikuti kejuaraan ini setelah sebelumnya mengikuti kejuaraan Asia di Wuxi, China di bulan Mei 2017 dan kejuaraan dunia di Dusseldorf, Jerman, Juni 2017 kemarin,” ujar Ketua Umum PP PTMSI, Komjen Pol (Purn) Oegroseno, Jumat (7/7).

Mantan Wakapolri ini mengatakan, ada sepuluh atlet Pelatnas yang diutus untuk mengikuti kejuaraan Tenis Meja di Vietnam. Dalam pengiriman tim tersebut, PP PTMSI melakukan koordinasi dengan Satuan Pelaksana (Satlak) Prima. Sepuluh atlet tersebut, didampingi dua pelatih nasional.

Adapun 10 atlet tenis meja nasional yang diutus untuk Putra adalah Ficky Supit, Donny Aji, Bima Abdi, Deepash dan Habibie. Sementara itu, untuk atlet Putri meliputi Lilis Indriyani, Gustin, Hani Tri, Novita Oktariyani dan Kharisma Nur. Selama ini, sepuluh atlet itu dilatih keras oleh pelatih Jopie Warsono dan Haryono Wong.

“PP PTMSI tidak menuntut banyak terhadap atlet selain memberikan keharuman nama baik Indonesia. Apalagi, altlet tenis meja Indonesia berada di urutan 32 terbaik dari ratusan negara sebagai peserta kejuaraan tenis meja. Untuk Sea Games pada Agustus 2017 mendatang, Indonesia bisa meraih medali emas,” katanya.

Untuk meraih medali emas tersebut, PP PTMSI akan menyelenggarakan kejuaraan nasional di Riau, 16 – 20 Juli 2017 mendatang. Dalam kejuaraan itu, PP PTMSI juga melibatkan wasit nasional dan bekerjasama dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) PP PTMSI Riau.

sumber : http://www.beritasatu.com

 

Leave a comment »

Sinyo Supit Melatih di Kapuas

Kuala Kapuas, (06/07) PTM MMG Kapuas mendatangkan legenda tenis meja Indonesia “Sinyo Supit” untuk melatih atlit-atlit junior Kapuas. Latihan dilakukan di GOR tenis meja MMG Pulo Telo, Kapuas.
Hari pertama anak-anak sangat antusias dan semangat dilatih oleh Sinyo Supit.
Menurut Drs. H. Misdan H. Husaini, Pembina PTM MMG Kapuas Sinyo Supit akan melatih di Kapuas selama 12 hari. Diharapkan dengan kedatangan legenda tenis meja Indonesia ini akan meningkatkan prestasi atlit-atlit junior Kapuas.
Selain itu juga dapat menambah ilmu para pelatih lokal di Kapuas untuk membina tenis meja di Kota Air Kapuas.

Leave a comment »

Peraih Emas SEA Games Tenis Meja Bakal Dapatkan Rp 1 Miliar

Jakarta – Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Indonesia (PP PTMSI) mengaku tidak mengejar target medali perunggu maupun perak dalam menghadapi Sea Games di bulan Agustus 2017 nanti. Namun, atlet berprestasi yang berhasil meraih medali emas dipastikan mendapatkan hadiah sebesar Rp 1 miliar.

Ketua Umum PP PTMSI, Komjen Pol (Purn) Oegroseno, sekembalinya dari Word Table Tennis Championship 2017 di Dussdorf, Jerman, melalui siaran persnya yang diterima SP, Senin (5/6) malam, mengatakan, pihaknya tidak hanya sebatas janji untuk hadiah bonus terhadap atlet peraih medali emas tersebut.

“Hadiah ini kita siapkan untuk memotivasi atlet tenis meja agar berlatih lebih keras sehingga bisa meraih prestasi dan mengharumkan bangsa Indonesia. Artinya, tidak ada waktu lagi untuk tidak berlatih lebih keras lagi. Segala sesuatunya kita persiapkan untuk seluruh atlet,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk bisa meraih medali emas saat Sea Games nanti, PP PTMSI juga mempersiapkan atlet untuk melakukan latihan tanding dengan atlet dunia dari China. Seluruh atlet tenis meja nasional yang mewakili Indonesia, bersama dengan pelatih akan diberangkatkan ke China, pertengahan bulan Juni ini.

Oegroseno mengatakan, PP PTMSI sudah melakukan koordinasi dengan Satlak Prima dalam memberangkatkan atlet tenis meja nasional untuk melakukan latihan uji tanding tersebut. Keberangkatan atlet ini guna memenuhi undangan dari pengurus dan atlet tenis meja dari China.

“Latih tanding ini merupakan kesempatan terbaik bagi atlet nasional kita. Soalnya, atlet tenis meja dari China merupakan salah satu terbaik dunia. Atlet kita juga berprestasi karena masuk dalam kategori 32 terbaik di dunia dari seratusan negara yang mengikutkan olahraga tenis meja tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, undangan dari Tiongkok kepada Indonesia dalam melakukan uji tanding tersebut, merupakan kesempatan terbaik bagi tim nasional sebagai modal saat mengikuti kejuaraan tenis meja di Vietnam bulan Juli 2017 dan ITTF Chalenge Pyongyang Open di Korea Utara, tanggal 2 sampai 6 Agustus 2017.

“China merupakan lawan latih tanding yang lebih tinggi. Ini kesempatan atlet kita untuk bisa belajar teknik dan strategi, khususnya dalam pukulan bola. Pengalaman ini membuka peluang besar buat atlet kita untuk bisa mengukir sejarah terbaik buat bangsa ini. Dukungan dari rakyat Indonesia juga dibutuhkan,” sebutnya.

Menurut Manajer Tim Indonesia, Hanif Tusjdi, PP PTMSI sudah mempersiapkan atlet nasional dalam menghadapi Sea Games mendatang. Untuk memantapkan kejuaraan tersebut, PP PTMSI akan mengirimkan atlet terbaik untuk melakukan latih tanding dengan atlet – atlet terbaik di China. Hanif merasa optimistis bahwa atlet tenis meja nasional bisa meraih prestasinya.

“Atlet yang dikirim hanya membutuhkan mental bertanding. Untuk permainan atlet kita sudah idak diragukan lagi. Misalnya, saat mengikuti kejuaraan dunia di WTTC, pasangan Lilis Indriyani/Gustin Dwijayanti menghadapi Ganda Colombia, Paula Medina/Angel Umbacia menang 3-1.

Kemudian, pada babak kedua, atlet Indoneska berhasil menang mengahadapi Ganda Kuba 3-0. Mereka memiliki mental bertarung, apalagi mengalahkan ganda seeded dari Puerto Rico, Adriana Diaz dan Melanie Diaz dengan skor 4-2,” sebutnya.

sumber : http://www.beritasatu.com

Leave a comment »

Ganda Putri Indonesia Mengejutkan di Kejuaraan Tenis Meja Dunia

Medan – Ganda putri Indonesia, Lilis Indriyani dan Gustin Dwijayanti, lolos ke-32 dunia besar setelah berhasil mengalahkan lawannya dari Puerto Riko, Adriana Diaz dan Melanie Diaz dengan skor 4-2 di Kejuaraan Tenis Meja Dunia, World Table Tennis Championship (WTTC) 2017 di Dusseldorf Jerman, yang berlangsung 29 Mei sampai 5 Juni 2017.

Prestasi Srikandi Indonesia ini kembali membawa sejarah karena mengembalikan rekor lama tim nasional ganda putri sekitar 20 tahun lalu, Rossy-Ling Ling, yang pernah menduduki peringkat tersebut. Pasangan Lilis-Gustin diharapkan berhasil lolos dalam memperebutkan perdelapan final melawan (16) besar dengan menghadapi juara dunia tenis meja dari Tiongkok, Liu Shiwen dan Ding Ning.

“Kami bersyukur karena atlet nasional kita berhasil meraih prestasi. Namun, kami minta atlet berprestasi ganda putri jangan berbangga dulu atas pencapaian tersebut. Sebab, Sea Games 2017 tinggal tiga bulan lagi,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI), Komjen Pol (Purn) Oegroseno melalui siaran persnya yang diterima SP, Rabu (31/5) malam.

Oegroseno mengatakan, lawan berat yang dihadapi tenis meja Indonesia dalam ajang Sea Games 2017 mendatang. Namun, semua bisa dilalui jika seluruh atlet, pelatih maupun manajer bisa berlatih lebih keras lagi. Atlet tenis meja diharapkan bisa mengharumkan Indonesia di ajang tersebut. Apalagi, lawan yang dihadapi juga masuk 32 besar seperti, Singapora, dan Thailand.

“Untuk tenis meja ganda putra Indonesia, Ficky Supit-Bima Abdi Negara memang belum beruntung, sebab berada pada posisi 128 terbaik setelah dikalahkan Saudi Arabia dengan skor 0-3. Kekalahan ini diharapkan bisa dijadikan motivasi dalam meningkatkan strategi permainan, utamanya untuk dapat meraih prestasi di ajang selanjutnya,” katanya.

Menurut Manajer Tim Indonesia, Hanif Tusjdi, PP PTMSI sudah mempersiapkan atlet nasional dalam menghadapi Sea Games mendatang. Untuk memantapkan kejuaraan tersebut, PP PTMSI akan mengirimkan atlet terbaik untuk melakukan latih tanding dengan atlet – atlet terbaik di Tiongkok. Hanif merasa optimistis bahwa atlet tenis meja nasional bisa meraih prestasinya.

“Atlet yang dikirim hanya membutuhkan mental bertanding. Untuk permainan tidak diragukan lagi. Misalnya, pasangan Lilis Indriyani/Gustin Dwijayanti menghadapi ganda Kolombia, Paula Medina/Angel Umbacia menang 3-1. Kemudian pada babak kedua, berhasil menaklukkan ganda kuba 3-0. Mereka memiliki mental bertarung, apalagi mengalahkan ganda unggulan dari Puerto Rico, Adriana Diaz dan Melanie Diaz dengan skor 4-2,” sebutnya.

sumber : http://www.beritasatu.com

Leave a comment »

8 Atlet Tenis Meja Indonesia Ikuti Kejuaraan Dunia

Jakarta – Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) mengirim delapan atlet nasional untuk mengikuti kejuaraan dunia Word Table Tennis Championship (WTTC) 2017 yang berlangsung 29 Mei sampai dengan 5 Juni di Dusseldorf, Jerman.

“Delapan orang yang mengikuti kejuaraan tenis meja dunia itu meliputi empat atlet putri dan empat atlet putra. Kejuaraan tenis meja ini melibatkan seratusan peserta dari seluruh dunia,” ujar Ketua Umum PP PTMSI, Komjen Pol (Purn) Oegroseno melalui siaran persnya, Jumat (26/5) malam.

Delegasi atlet Indonesia itu dipimpin langsung oleh Oegroseno bersama Wakil Delegasi, Jimmy M Linando, Manager Hanif Rusjdi dan asistennya, Chrisanty Rusmono, pelatih Jopie Warsono dan Haryono Wong.

Adapun atlet putri dikirim adalah Hani Tri Azhari, Novita Oktariyani, Indriyani Lilis, dan Gustin Dwijatlyanti. Sementara itu atlet putra meliputi, Ficky Supit, Habibie Wahid, Deepash Anik B, dan Bima Abdi Negara.

“Atlet yang kita utus ini merupakan yang terbaik. Permainan mereka tidak kalah dengan peserta dari seluruh dunia. Hanya semangat dan mental mereka saat bertanding yang dibutuhkan. Soal strategi permainan tidak diragukan lagi,” kata Oegroseno.

Hanif Rusdji menambahkan, Indonesia berada pada peringkat 15 dari 28 negara saat mengikuti kejuaraan tenis meja di tingkat Asia. Padahal, Indonesia baru saja mengikuti kejuaraan itu setelah PP PTMSI dipimpin Komjen Pol (Purn) Oegroseno.

“Kita berada di peringkat itu sebagai pendatang baru yang mewakili Indonesia mengikuti kejuaraan tingkat Asia. Sebelumnya, Indonesia tidak ada mengutus atletnya. Untuk kejuaraan dunia tenis meja ini, atlet kita sudah siap untuk bertanding,” sebutnya.

Seperti yang diketahui, keikutsertaan tim nasional tenis meja Indonesia pada WTTC merupakan salah satu dari program try out yang sudah disetujui satuan pelaksana (Satlak) Prima dalam rangka persiapan menghadapi Sea Games 2017 di Kuala Lumpur, Agustus 2017.

Selain mengirim tim nasional meski tanpa ada dukungan anggaran dari pemerintah, PP PTMSI juga mengirim delegasi dalam Anuual General Meeting (AGM) dan pemilihan pucuk pimpinan organisasi tenis meja dunia untuk periode 2017-2021.

Leave a comment »